Semoga kita TIDAK SALAH MEMILIH (LAGI..)…
March 29th, 2009 by bumi-tercinta“Kenapa bupati seperti saya bisa masuk surga, sedang para “wakil rakyat” yg (katanya) amanah itu masuk neraka ???”.
“Itu karena: dirimu masih sering mendengarkan perkataan mereka!!”, kata sebuah suara.
“Iya juga ya… Tapi apa alasannya hingga “wakil2 rakyat” (entah rakyat yg mana..) yg cerdas itu masuk neraka ???”.
“Karena mereka terlalu banyak mendengarkan ketidakjujuranmu!!! Lagian, ini kan cuman mimpi…”.
![]()
“Mimpi” di atas mungkin tidak penting.
Namun, ada kata kunci yg sy “tangkap” dari dialog di atas, yakni: amanah.
Menyangkut hal tsb, hadist berikut perlu menjadi renungan kita kembali…
Dari Abi Dzar ra berkata: “Sy bertanya, Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak ingin mengangkatku sebagai pejabat?”. “Hai Abu Dzar”, kata Rasulullah sambil menepuk bahuku, “kamu ini lemah, sedangkan pekerjaan itu adalah amanah yg pada hari kiamat bisa memberikan kehinaan & penyesalan, kecuali orang yg memenuhi syarat & menunaikan amanahnya dgn baik & bertanggung jawab.” (HR Muslim).
Bayangan bahwa nantinya akan bergelimang harta dan fasilitas (termasuk didalamnya: impian para caleg untuk bisa mendapatkan sejumlah proyek :P), serta kharisma jabatan yg dibayangkan, boleh jadi merupakan alasan tak-terucap dari mereka yg ingin mengejar suatu kedudukan.
Akan sangat2 disayangkan pula jika kapasitas diri, baik spiritual maupun mental & intelektual, dinomorduakan dalam usaha mencapainya. ![]()
Padahal telah jelas bahwa semua amanah akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia ataupun di akhirat kelak (HR Bukhari, Muslim, & Ahmad).
Terkait persoalan ini, Ucapan ALLAH sangat tegas memperingatkan kita:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yg kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al Israa’ [17] : 36).
Memang demikianlah resikonya.., bahwa tiada toleransi & kompromi untuk menelantarkan amanah !
Bayangkan, seorang bang Toyib yg meninggalkan istrinya selama 3x puasa & 3x lebaran saja sudah dirintihkan istrinya.. (“bang Toyib… bang Toyib…”). ![]()
Lantas, bagaimana halnya dgn seorang kepala daerah beberapa periode (1x sbg… & 2x sbg…) yg gagal membawa kesejahteraan untuk masyarakatnya ???
Boro-boro Sejahtera, untuk sekedar terpenuhinya kebutuhan2 dasar masyarakat semisal air bersih, dll saja sampai hari ini tidak bisa… ![]()
Apalagi sekiranya hal tsb masih ditambah pula dgn pembodohan & kebohongan yg menjadikan masyarakat sangat banyak yg kian terpuruk & sangat tidak Menawan, serta perlu di-Bersih-kan dari Kenangan…
Padahal, “Jangan Ada Dusta Diantara Kita“-nya Broery Pesolima & Dewi Yull mungkin selalu menjadi lagu andalan ketika ber-karaoke ! ![]()
Sungguh, wahai teman & saudara2ku sekalian, “Semoga kita TIDAK SALAH MEMILIH (LAGI..)…”.
Pahamilah bahwa, dalam suatu periode kepemimpinan yg gagal, kita tidak hanya terlambat selama 5 tahun saja!
Sesungguhnya kita tertinggal (serta mungkin pula terpuruk) 10 tahun di periode tsb…!! ![]()
Betapa tidak, saat yg lain membangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yg terjadi pada kita hari ini adalah baru mulai melakukan hal2 yg mereka sudah capai 5 tahun sebelumnya, hiks…
Ironis memang.., tetapi kalau kita tetap tidak sadar & peduli ya sungguh keterlaluan…
Oleh karena itu, dalam konteks pemilu (baik untuk memilih caleg / kepala pemerintahan), gunakanlah hak politik masing2 dgn pertimbangan rasional.
Bukan atas dasar “sedekah politik”, atau hal2 semacam itu.
Sungguh rendah harga diri kita kalau menentukan pilihan berdasarkan nominal 50.000 rupiah, …, 200.000 rupiah, dst.nya yg diberikan seseorang… ![]()
Memilih-lah dgn pengetahuan & nurani, serta ingatlah selalu:
“…..jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH (Al-Quran) & Rasul (hadist)…..” (QS An Nisaa’ [4] : 59).